Dalam rangka untuk mewujudkan budaya positif di sekolah maka langkah awal yang harus dilakukan adalah bagaimana mensosialisasikan budaya positif tersebut ke semua stakeholder sekolah. Untuk memudahkan maka dibuatkan rancangan lebih awal sebagai pedoman untuk melakukan tindakan aksi nyata.
1. Latar Belakang
Lingkungan sekolah, sebagai salah satu lembaga yang punya kepentingan dalam pembentukan karakter anak, perlu membangun budaya positif. Budaya positif sekolah ini berisi kebiasaan yang disepakati bersama untuk dijalankan dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan positif ini sudah membudaya, maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk pada diri anak. Sebuah budaya akan terbentuk dari sebuah nilai-nilai kebajikan yang disepakati dalam bentuk keyakinan.
2. Tujuan
Dengan budaya positif diharapkan hal tersebut dapat memberikan kesadaran kepada murid terutama motivasi internal mereka. Karena dengan budaya positif yang terbangun dalam bentuk keyakinan-keyakinan kelas atau sekolah yang sudah disepakati bersama, bukan lagi hukuman namun akan memunculkan konsekuensi yang harus mereka lakukan jika melakukan pelanggaran.
3. Tolak Ukur
Dengan terciptanya budaya positif kehidupan komunitas sekolah lebih harmonis, Murid menjadi lebih tertib, bukan takut dihukum namun sadar akan konsekuensinya jika melanggar. Konsekuensi diharapkan mempunyai efek baik yang jangka panjang dibandingkan dengan hukuman yang sifatnya dapat menyebabkan traumatis yang berkepanjangan.
4. Dukungan yang dibutuhkan
Dukungan yang paling utama adalah dukungan dari Kepala Sekolah, rekan sejawat yaitu wali kelas serta komunitas praktisi yang sudah dibentuk agar tindakan tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh. Dengan dukungan seluruh stakeholder yang ada di sekolah, dampak yang diinginkan terkait dengan perubahan dari peraturan beralih menjadi keyakinan melalui keyakinan kelas atau sekolah diharapkan dapat segera terujud budaya posiitif.
5. Lini Masa
1. Audiens dengan kepala sekolah
2. Koordinasi dengan urusan kesiswaan
3. Bertemu dengan komunitas praktisi sekolah
4. Mengumpulkan rekan-rekan guru
5. Seminar Budaya Positif
6.Laporan Hasil.
